BLANTERWISDOM101

Algoritma Sang Caesar Cipher

Senin, 20 April 2020
Dalam penerapan kriptografi, Caesar cipher atau yang dikenal sebagai the Shift Cipher atau Caesar's code, adalah salah satu yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dalam teknik penyandian sekaligus sebagai substitusi penyandian yang pertama kali dikenal.

Metode yang digunakan dalam Caesar cipher ini adalah dengan mempertukarkan setiap huruf dari plaintext dengan huruf lain dengan beberapa interval (shift) huruf dari huruf plaintext. Secara umum, Caesar cipher adalah cipher pergeseran karena alphabet ciphertext diambil dari alphabet
plaintext dengan menggeser masing-masing huruf dengan jumlah pergeseran tertentu dengan index alfabet dimulai dari 0.


Berikut kami jelaskan cara pengenkripsian serta pendekripsian dalam cipher ini.

Cara Enkripsi

Secara matematis, pengenkripsian dalam Caesar Code ini dapat ditulis dengan rumus berikut:

y = x + k

dengan:
x = plaintext
k = jumlah interval huruf (biasanya dinamakan shift)

Jadi, huruf plaintext ditukar dengan huruf yang sudah ditentukan shift nya sesuai urutan alfabet dengan index A=0, B=1,...,Z=25.

Contoh:
Enkripsi ARYA dengan shift 45.

Nah, jika pada soal jumlah shift melebih ukuran alfabet maka digunakan teknik modulo.

45 = 19 mod 26
Jadi, setiap huruf akan diganti dengan 45 atau 19 mod 26 huruf selanjutnya dari plaintext.

Untuk A
y = 0 + 19
   = 19
Jadi, A -> T
Untuk R
y = 17 + 19
   = 36
36 = 10 mod 26
Jadi, R -> K
Untuk Y
y = 24 + 19
   = 43
43 = 17 mod 26
Jadi, Y -> R

Nah, jadi hasil enkripsi dari ARYA adalah TKRT. Mudah bukan? Tinggal geser - geser aja. Bisa dilihat pada Cryptii.com.

Cara Dekripsi

Pada teori pendekripsiannya, ciphertext digeser beberapa interval/shift huruf sebelumnya (dikurangkan) yg sudah ditentukan. Jika pada soal belum diketahui shift-nya, maka kamu harus bertahap satu - satu untuk menentukannya. Untungnya ada aplikasi nya yah kalo engga ribet entar. Secara matematis, dapat ditulis:

x = y - k mod 26

dengan:
y = ciphertext
k = jumlah interval huruf (biasanya dinamakan shift)


Contoh:
Dekripsikan TKRT dengan menggunakan shift 45.

Nah, di sini kan jumlah alfabet terlalu banyak jadi tidak mungkin kita mengurutkan sebanyak itu. Jadi, kita menggunakan hasil modulo 26 dari 45 yaitu 19, jadi kita gunakan 19 dalam kalkulasi kita.

Untuk T
x = 19 - 19
   = 0
Jadi, T -> A
Untuk K
x = 10 - 19 mod 26
   = -9 mod 26
   = 17
Jadi, K = R
Untuk R
x = 17 - 19 mod 26
   = -2 mod 26
Jadi, R = Y

Maka, dekripsi TKRT adalah sama dengan plaintext tadi pada contoh enkripsi text.


Itulah tadi penjelasan tentang algoritma atau teori perhitungan menggunakan Caesar Code.
Share This :
_/Arya-Kun

Hanya seorang pelajar yang hobi nya membuat kode dan berharap ilmu nya bermanfaat bagi orang lain.

0 komentar